Manajemen Resiko

Manajemen Resiko
manajemen-resiko
risk management

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Produk dan Jasa yang tersebar di dunia ini hanya terbagi dalam 2 produk.

Menambah Kenikmatan dan Mengurangi penderitaan

Dan hal tersebut sangat berhubungan dengan perencanaan keuangan yang harusnya kita miliki.

Setiap manusia (seharusnya) memiliki 3 tahap pemenuhan keuangan, dan tahap apa saja itu

Tahap 1.
Basic needs (Menambah kenikmatan dan mengurangi penderitaan), Yaitu kebutuhan dasar manusia Instrumen 😛 angan, sandang, dan papan

Tahap 2
Security needs (Mengurangi penderitaan), yaitu kebutuhan manusia untuk merasa aman dan menanggulangi resiko yang mungkin bisa mengakibatkan Basic needs menjadi “Hilang”. Instrumen: Deposito, Asuransi, Reksadana.

Tahap 3
Luxury needs (Menambah kenikmatan), yaitu kebutuhan manusia untuk menikmati hidup dan menggunakan barang mewah. Instrumen : Sofa, Mobil, TV 42 Inch, Rumah Mewah.

Tahap – tahap tersebut selalu dijalankan dengan baik di negara – negara maju untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat, Namun ada sedikit keanehan dalam Indonesia dimata dunia. Seringkah anda mendengar kejatuhan (segi finansial) di Indonesia secara tiba – tiba ? I bet you are. (setidaknya salah satu teman Anda memiliki hubungan dengan orang yang memiliki masalah tersebut)

Indonesia bukanlah negara yang memiliki struktur keuangan yang sangat bagus, tapi Indonesia adalah negara yang dengan sangat cepat mengkonsumsi semua kebutuhan LUXURY NEEDS.

Bahkan perusahaan blackberry terkejut bahwa indonesia adalah pasar No.1 yang menggunakan layanan balckberry di dunia. Hal tersebut tidak lagi menjadi hal yang baru di telinga kita. Karena masyarakat Indonesia melewatkan Needs yang ke 2 yaitu SECURITY NEEDS. Security Needs tidak pernah terlepas dari kemampuan risk management, sayangnya hal ini masih sangat jarang didengungkan di Indonesia.

Berani bertaruh, ayah sayapun TIDAK mengajarkan saya tentang ini. Bagaimana dengan orang tua anda?
Apakah Anda pernah mendengar istilah Risk Management ?

Coba anda perhatikan lebih detail dan saksama bagaimana Sins teman saya menjabarkan secara detail tentang risk management ini

“Risk management is a structured approach to controlling uncertainties and potential dangers by assessing what the particular uncertainties or dangers are, then developing strategies to minimize or mitigate those uncertainties or dangers”

Secara simplenya Risk Management adalah  Pendekatan terstruktur untuk mengatur ketidakpastian dan bahaya potensial, sehingga dapat meminimalisir dampak dari bahaya dan ketidakpastian.

Apakah anda pernah menghitung resiko penurunan nilai uang anda?

Sebagai contoh anda memiliki uang 100 Juta dan anda mendepositokannya dengan bunga 6% dengan pajak 20% dari keuntungan. Jadi 100 juta anda akan berkembang menjadi 104,8 juta (setelah dipotong pajak). Anda sudah dipastikan mengalami kerugian penurunan nilai uang karena inflasi yang terjadi adalah 10% sehingga anda bukannya bertambah kaya namun bertambah miskin tiap tahunnnya 5,2 juta setiap ratusan juta yang anda depositokan.

Dari contoh kasus diatas anda membutuhkan Risk management yang lebih baik HANYA UNTUK MENJAGA NILAI UANG ANDA.

Contoh kasus ke 2. Saham, Mungkin istilah yang paling sering  anda dengan di dunia saham adalah High risk, High Return dan Low risk, Low Return. Dan itu adalah MITOS!

Apakah anda berpikir bahwa George Soros memiliki resiko yang tinggi ketika “menggoreng” Rupiah? Resikonya hampir 0%. George Soros menggunakan konsep REKSADANA untuk mengumpulkan dana dari para investor, karena jumlah uang yang anda kelola sangat berhubungan erat dengan resiko. Anda dapat mengoreng saham pasar kelas 2 apabila anda memiliki dana sekitar 100 Milliar.